Biografi faisal basri
Faisal Basri
Ini adalah nama Mandailing, marganya adalah Batubara.
Faisal Batubara, S.E., M.A. atau lebih dikenal sebagai Faisal Basri (6 November 5 September ) adalah seorang ekonom senior dan politikus Indonesia. Sejak ketika masih menempuh program sarjana ia telah mulai mengajar dan menjadi peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian memegang gelar Master of Arts dari Universitas Vanderbilt pada Karier politiknya bermula pada ketika dilibatkan menadi anggota tim untuk Asisten II Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia hingga Pada , ia diangkat menjadi tenaga ahli proyek pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi Indonesia hingga Pasca-reformasi Indonesia, ia terlibat dalam pendirian Partai Amanat Nasional dan didapuk menjadi sekretaris jenderal meski mengundurkan diri tiga tahun kemudian.
Pada , ia dipercaya pemerintah Indonesia menjadi anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden Abdurrahman Wahid, selain juga menjadi anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha hingga Pada , ia ditunjuk sebagai Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia.
Faisal basri perekonomian indonesia Menurut perhitungannya, proyek kereta cepat ini baru akan mencapai titik impas atau balik modal setelah tahun. Faisal Batubara atau yang lebih dikenal dengan nama Faisal Basri, lahir di Bandung pada 6 Februari University of Indonesia Vanderbilt University. Editorial Team Show All.Di tahun ia diangkat menjadi anggota Satuan Tugas Tindak Pidana Pencucian Uang oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan IndonesiaMahfud MD.[1]
Kehidupan awal dan karier ekonom
[sunting | sunting sumber]Pria berdarah Angkola ini merupakan salah seorang cucu dari mendiang Wakil Presiden RI Adam Malik.
Nenek Faisal, Fatimah Syam Hutauruk, adalah kakak kandung Adam Malik.[2] Basri merupakan nama ayahnya (Hasan Basri Batubara) yang ia lekatkan kepada dirinya sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada ayahnya.
Faisal lahir di Bandung pada 6 November dari pasangan Hasan Basri, seorang pegawai perusahaan percetakan di Jakarta, dan Saidah Nasution.
Ia mengenyam pendidikan di SD Negeri Halimun I Pagi, SMP Negeri 67 Jakarta, dan SMA Negeri 3 Jakarta.[3]
Pada , Faisal lulus seleksi masuk tiga perguruan tinggi ternama: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, dan Akademi Ilmu Statistik. Ia memutuskan memilih masuk FE-UI karena ketertarikannya pada ekonomi politik setelah membaca majalah Prisma.
Ia sempat aktif mengurusi majalah kampus Berita Mahasiswa, dan bergabung menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa hanya sampai tingkat tiga kuliah.[3]
Pada , Faisal memulai karier sebagai peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FE-UI untuk membiayai uang kuliahnya setelah ayahnya wafat.
Faisal basri blog Death [ edit ]. Setelah lulus dari sekolah menengah, ia melanjutkan studi di Depok, tepatnya di Universitas Indonesia UI. This article about an Indonesian politician is a stub. Faisal Basri menilai, pemerintah memanfaatkan isu El Nino untuk kepentingan politik jelang PemiluSebagai peneliti LPEM FE-UI, ia juga diwajibkan mengajar sebagai asisten dosen. Pada , ia berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (Drs.) dari Universitas Indonesia.[3]
Selepas lulus kuliah, selain diangkat menjadi dosen tetap di FE-UI, Faisal juga sering menjadi asisten peneliti untuk Dorodjatun Kuntjoro-Jakti. Di tahun , ia dilibatkan menjadi Anggota Tim "Perkembangan Perekonomian Dunia" pada Asisten II Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Pengawasan Pembangunan hingga Kemudian pada dengan beasiswa ia berhasil meraih gelar Master of Arts dalam bidang ekonomi dari Universitas Vanderbilt, Amerika Serikat.
Pada , ia menjadi Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FE-UI.
Pada , ia dipromosikan menjadi Kepala LPEM FE-UI dan menjabat hingga Pada , ia diangkat menjadi tenaga ahli pada proyek di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi Indonesia hingga Ia sempat melanjutkan kuliah program doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia antara hingga , tetapi mengundurkan diri.[3]
Pada Agustus , Faisal ikut mendirikan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).[4] Di tahun pula, ia diangkat menjadi Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan FE-UI dan menjabat hingga Menjelang kejatuhan Presiden Soeharto akibat krisis finansial Asia , ia terlibat dalam diskusi dan orasi demonstrasi bersama mahasiswa UI.
Pada hingga , ia diangkat menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Jakarta.[3]
Karier politik
[sunting | sunting sumber]Pada 14 Mei , Faisal ikut menjadi salah satu pendiri Majelis Amanat Rakyat, yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN) di mana ia ditunjuk sebagai Sekretaris jenderal.
Pada , ia mengundurkan diri dari jabatannya di PAN dan diangkat menjadi Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan partai yang hanya dijalaninya selama setahun hingga mengundurkan diri dari partai.[3]
Pada , Faisal diangkat menjadi Anggota Tim Asistensi Ekonomi, Keuangan, dan Industri Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid.
Ia juga mendirikan dan bergabung dengan beberapa organisasi nirlaba seperti Pergerakan Indonesia, Forum Indonesia Damai, Komisi Darurat Kemanusiaan, Dewan Tani Indonesia, Yayasan Harkat Bangsa, Global Rescue Network, dan Yayasan Pencerahan Indonesia.[3] Pada tahun hingga , ia diangkat menjadi anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha.[3][5] Pada 14 November , Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) Sudirman Said mengangkat Faisal Basri menjadi Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi.[6][7]
Pencalonan Gubernur DKI Jakarta
[sunting | sunting sumber]Pada , Faisal Basri ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta dalam proses seleksi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.[8]
Pada Oktober , Faisal Basri menggandeng Biem Benyamin, putra tokoh legendaris BetawiBenyamin Sueb maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen[9] tetapi dia tidak berhasil memenangkan pemilu, dengan suara lebih sedikit dari Joko Widodo, Fauzi Bowo, dan Hidayat Nur Wahid, dan lebih banyak dari Alex Noerdin dan Hendardji Soepandji.[10]
Karier
[sunting | sunting sumber]- sekarang: Pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk mata kuliah Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, Sejarah Pemikiran Ekonomi
- sekarang: Pengajar pada Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), Program Pascasarjana Universitas Indonesia untuk mata kuliah Analisis Lingkungan Bisnis, Perdagangan Internasional, Keuangan Internasional, dan Makroekonomi untuk Manajer, Ekonomi Regulasi, Ekonomi Politik, dan Etika Perencanaan
- sekarang: Editorial Board, Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik (Quarterly Journal of the Indonesian Economy), diterbitkan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
- Ketua, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta
- Expert (dan Pendiri), Institute for Development of Economics & Finance (Indef)
- Redaktur Ahli Koran Mingguan “Metro”
- Dewan Pengarah Jurnal Otonomi, diterbitkan oleh Yayasan Pariba
- Anggota Tim Asistensi Ekuin Presiden RI
- Tenaga Ahli pada proyek di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi
- Peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEUI
- Pengajar pada Program Extension FEUI untuk mata kuliah Perekonomian Indonesia, Teori Makroekonomi, Metode Penelitian, Ekonomi Internasional, dan Organisasi Industri
- Sekretaris Program pada Pusat Antar Universitas bidang Ekonomi, Universitas Indonesia
- Pengajar pada Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia untuk mata kuliah Pengantar Ekonomi-Politik Hubungan Internasional; dan Jepang & Negara-negara Industri Baru, dan Ekonomi Politik Internasional
- Anggota Redaksi Jurnal Ekonomi Indonesia, diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)
- Ketua Jurusan ESP (Ekonomi dan Studi Pembangunan) FEUI
- Pengajar pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia, bidang studi Ekonomi, untuk mata kuliah Strategi dan Kebijakan Pembangunan; dan Program Studi Kajian Wanita; dan Program Studi Khusus Hubungan Internasional
- Guest Editor pada NIPPON (Seri Publikasi Monograf Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia)
- Anggota Dewan Redaksi Majalah Kajian Ekonomi-Bisnis “Media Eksekutif”, Program Extension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
- Research Associate dan Koordinator Penelitian Bidang Ekonomi dalam rangka kerja sama penelitian antara Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia dengan University of Tokyo
- Koordinator Bidang Ekonomi, Panitia Kerja Sama Kebahasaan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim)
- Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI)
- Pakar Ekonomi pada P3I DPR-RI
- Koordinator Bidang Ekonomi pada PAU-Ek-UI
- Koordinator Bidang Ekonomi pada PAU-Ek-UI
- Pengajar pada Sekolah Tinggi Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI) untuk mata kuliah Pengantar Makroekonomi
- Anggota Tim “Perkembangan Perekonomian Dunia” pada Asisten II Menteri Koordinator Bidang EKUIN
Kegiatan lain
[sunting | sunting sumber]- Pergerakan Indonesia (PI), pendiri
- American Economist Association (AEA), anggota
- Society for International Development (SID), anggota
- Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI): sebagai Pembantu Ketua Bidang III
- Komite Pemantau Korupsi Nasional (KONSTAN) – National Corruption Watch (NCW), sejak peresmian pada 6 April sebagai Ketua Dewan Etik.
- Partai Amanat Nasional (PAN): Pendiri; periode sebagai Sekretaris Jenderal; sebagai Ketua yang membawahi bidang Penelitian dan Pengembangan.
Beasiswa
[sunting | sunting sumber]- Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
- Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-Proyek Pengembangan Pusat Fasilitas Bersama antar Universitas/IUC (Bank Dunia XVII),
Kehidupan pribadi
[sunting | sunting sumber]Faisal Basri menikahi Syafitrie Nasution dan memiliki tiga orang anak bernama Anwar Ibrahim Basri, Siti Nabila Azuraa Basri, dan Muhammad Attar Basri.[3]
Kematian
[sunting | sunting sumber]Faisal Basri meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada Jakarta pada 5 September pukul WIB dalam usia 64 tahun.[11] Ia mengidap sakit jantung dan diabetes.
Sepekan sebelum meninggal, ia menghadiri undangan para petani di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara dan mengikuti festival durian di sana. Kesehatannya menurun sepulang dari acara itu dan ia dibawa ke rumah sakit.[12] Jenazah Faisal Basri dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Menteng Pulo, Jakarta, di atas makam ayahnya.[13] Pemakaman dihadiri oleh mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, dan budayawan Eros Djarot.[14]
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani yang merupakan rekan Faisal Basri saat bekerja di LPEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mengenang Faisal sebagai seorang ekonom nasionalis yang memberikan masukan kepada pemerintah untuk perbaikan pembangunan.[15] Sementara mantan Menteri ESDM Dahlan Iskan mengenang Faisal Basri sebagai analis ekonomi yang tajam dan berkepribadian mulia: tinggal di apartemen sederhana, menggunakan transportasi umum, selalu menyandang ransel dan memakai sandal-sepatu.[16] Mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengenang Faisal Basri sebagai ekonom yang kritis terhadap pemerintah dan memberikan keteladanan dalam kejujuran dan integritas.[17]
Penghargaan
[sunting | sunting sumber]- Dosen Teladan III Universitas Indonesia ()
- Penghargan “Pejuang Anti Korupsi ,” diberikan oleh Masyarakat Profesional Madani (MPM), Gedung Joang 45, Jakarta, 15 Januari
- “FEUI Award ″ untuk kategori prestasi, komitmen dan dedikasi dalam bidang sosial kemasyarakatan, Depok, 17 September
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^"Pemerintah Resmi Bentuk Satgas TPPU".
VOA Indonesia. 7 May Diakses tanggal 5 September
- ^Fausta, Satria Rangga (19 November ). "Faisal Basri". MEasia magazine.
Profil Faisal Basri dan Rekam Jejaknya Semasa Hidup - Tirto.ID: Diteruskan oleh: Hatta Rajasa. Topik Populer. Mode Gelap Artikel teks besar. Faisal Basri menilai, pemerintah memanfaatkan isu El Nino untuk kepentingan politik jelang Pemilu
Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 October
- ^ abcdefghi"profil di tokoh Indonesia".
Diarsipkan dari versi asli tanggal Diakses tanggal
- ^"Tentang Kami – INDEF". . Diakses tanggal 5 Sep
- ^"Ekonom Faisal Basri Masuk Tim Ahli Satgas TPPU Bentukan Mahfud MD, Ini Profilnya". Tempo. 7 September Diakses tanggal 5 September
- ^"Faisal Basri: Migas Bukan Sekadar Energi".
. Diakses tanggal 6 Sep
- ^"Benahi Pengelolaan Migas, Pemerintah Bentuk Tim Reformasi Tata Kelola Migas". ESDM. Diakses tanggal 6 Sep
- ^://
- ^Harahap, Lia (6 Oktober ). "Maju Jadi Cagub DKI, Faisal Basri Gandeng Putra Benyamin Sueb". detikNews.Biografi faisal basri Karier politiknya bermula pada ketika dilibatkan menadi anggota tim untuk Asisten II Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia hingga Sosial Budaya. Archived from the original on 15 October Basri in
Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Oktober Diakses tanggal 18 June
- ^"Jokowi-Ahok Unggul di Pemilukada Putaran I". BeritaSatu. 19 Juli Diarsipkan dari versi asli tanggal Diakses tanggal 18 Juni
- ^Herdi Alif Al Hikam (5 September ). "Ekonom Senior Faisal Basri Meninggal Dunia".
Diakses tanggal 5 September
- ^Damayanti, Aulia. "Kronologi Ekonom Kritis Faisal Basri Sakit hingga Tutup Usia". detikfinance.
- Faisal basri pernah jadi menteri
- Anak faisal basri
- Faisal basri meninggal
- Profil Faisal Basri, Ekonom-Sekjen PAN Pertama yang Meninggal ...
Diakses tanggal 6 Sep
- ^"Ekonom Faisal Basri Dimakamkan Sore Ini di TPU Menteng Pulo - Jawa Pos". Diakses tanggal 6 Sep
- ^"Pemakaman Jenazah Ekonom Faizal Basri di TPU Menteng Pulo Jakarta - Panduan Informasi dan Inspirasi". Diakses tanggal 6 Sep
- ^Rachman, Arrijal.
"Sri Mulyani Berlinang Air Mata: Saya & Faisal Basri Teman Lama". CNBC Indonesia.
Alamat faisal basri Salah satunya adalah kenaikan harga beras yang tidak diimbangi dengan penurunan impor yang menyebabkan masalah bagi negara. Sosial Budaya. Bahasa Indonesia. Faisal Batubara atau yang lebih dikenal dengan nama Faisal Basri, lahir di Bandung pada 6 FebruariDiakses tanggal 6 Sep
- ^"JPNN". . Diakses tanggal 6 Sep
- ^"In Memoriam Faisal H. Basri, S.E., M.A.: Perjalanan Seorang Ekonom – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia". Diakses tanggal 6 Sep